Tentang Kami

Godong Sukun Environmental Collective

Kami adalah sebuah inisiatif lingkungan berbasis komunitas yang berfokus pada pendidikan, riset, dan aksi ekologis, khususnya di kalangan generasi muda. Berbasis di Yogyakarta, kolektif ini hadir sebagai ruang belajar alternatif yang menghubungkan pengetahuan ekologis dengan praktik sehari-hari yang kontekstual, kreatif, dan berkeadilan sosial.

 

Godong Sukun lahir dari keprihatinan terhadap krisis lingkungan yang semakin kompleks—mulai dari persoalan sampah, degradasi lahan, hingga hilangnya pengetahuan lokal tentang relasi manusia dan alam. Di tengah arus modernisasi dan urbanisasi, kolektif ini berupaya menghidupkan kembali kesadaran ekologis melalui pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan pendidikan, budaya, agama, seni, dan aksi langsung.

 

Kami percaya bahwa hubungan manusia dan alam perlu dibangun kembali melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian serta berpusat pada agensi dan kreasi kaum muda. Oleh karena itu, Godong Sukun memadukan ekologi, seni, agama, dan budaya sebagai cara untuk menghadirkan pengetahuan yang lebih hidup, inklusif, dan membumi. 

Bersama komunitas, kami berupaya mendukung terciptanya keadilan ekologis, kesadaran lingkungan, dan praktik hidup berkelanjutan yang berakar pada pengalaman lokal serta kekuatan kolektif.

 

Kami ingin turut serta memasyarakatkan dan mewujudkan budaya regeneratif, yaitu cara hidup yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memulihkan, merawat, dan memperkuat relasi antara manusia, alam, dan komunitas secara berkelanjutan.

Yang kami lakukan

  • Mengembangkan ruang belajar yang inklusif dan partisipatif tentang isu lingkungan dan keberlanjutan. 
  • Menumbuhkan eco-literasi sebagai fondasi kesadaran ekologis dan tindakan nyata. 
  • Mendorong praktik hidup yang regeneratif melalui pembelajaran berbasis komunitas dan pengalaman langsung. 
  • Mengintegrasikan ekologi, seni, agama, dan budaya sebagai pendekatan yang membumi dan kontekstual. 
  • Memperkuat peran perempuan dan generasi muda sebagai agen perubahan sosial-ekologis. 
  • Membangun kesadaran kritis bahwa kerusakan lingkungan dan ketidakadilan lingkungan tidak berdiri sendiri, ia berkelindan dengan sistem ekonomi dan politik yang eksploitatif ditopang sistem sosial yang patriarkis.

Berlatih kesadaran penuh (mindfulness)

Diskusi dan refleksi kegiatan di alam

Belajar memilah sampah

Belajar membuat jamu